Ponorogo, -(12/10/ 2025) — Salah satu siswi berprestasi dari MAN 2 Ponorogo yang bernama Syahida Nawal Hana kelas XII.13 berhasil menunjukkan semangat dan kemampuan terbaiknya dalam ajang Lomba Khitobah Araby Hazaroby VII yang diselenggarakan di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus tantangan tersendiri bagi peserta untuk menyalurkan kemampuan berbicara dalam bahasa Arab yang fasih dan ekspresif.

Dalam wawancara bersama tim redaksi Madrasah, siswi tersebut mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama lomba adalah menjaga ketenangan dan konsentrasi di hadapan juri. “Lomba pidato Bahasa Arab bukan hanya soal hafalan teks, tapi juga bagaimana menyampaikan makna dan emosi yang terkandung dalan teks. Kadang gugup membuat pelafalan atau intonasi jadi kurang pas, jadi aku harus benar-benar melatih mental dan penguasaan panggung,” ujarnya.

Meski menghadapi tekanan saat tampil, dukungan penuh dari keluarga dan guru pembimbing menjadi sumber kekuatan utama baginya. “Keluargaku dan guru pembimbingku benar-benar jadi support system utama. Kadang aku merasa nggak enak sendiri karena banyak orang meluangkan waktu hanya untuk melihat aku latihan. Dari situ aku jadi merasa harus sukses, bukan buat piala, tapi buat membalas waktu dan doa mereka yang begitu berharga,” tuturnya penuh haru.

Lomba ini dilaksanakan beberapa minggu sebelum pelaksanaan TKA (Tes Kompetensi Akademik) pada 3 November 2025, sehingga jadwal peserta sangat padat. Namun, berkat disiplin dan manajemen waktu yang baik, ia mampu membagi waktu antara belajar dan latihan. “Aku membuat jadwal khusus, biasanya pagi untuk belajar pelajaran umum, dan sore atau malam untuk latihan pidato. Kuncinya disiplin, konsisten, dan tidak menunda-nunda latihan meski sibuk,” jelasnya.

Ketika ditanya alasan mengikuti lomba Khitobah Araby, ia menuturkan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana dakwah dan pengembangan diri. “Aku suka berbicara dan berpikir kritis. Melakukannya dalam bahasa Al-Qur’an terasa sangat berarti. Khitobah bagiku adalah sarana dakwah untuk menebar semangat, sekaligus latihan berpikir kritis melalui kaidah dan keindahan bahasa Arab,” katanya dengan semangat.

Dengan semangat belajar dan ketekunan yang tinggi, pengalaman dalam lomba Khitobah Araby ini menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dan inspirasi bagi teman-teman lain di MAN 2 Ponorogo untuk terus mengembangkan potensi serta berani tampil di ajang bergengsi tingkat nasional.

Reporter:
Selfi Nur Aini (XI-11)
Fivi Brilliant (XI-6)
Umi Maghfiroh (XI-10)
Mutiara Ambarningrum (XI-1)
Salsabila Yumna Kamiliya (XI-8)


Discover more from MAN 2 Ponorogo

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.